FF TaeTeuk (Taeyeon Leeteuk) Chapter – Secret Deal Part 4

secret deal

 

Main cast : Leeteuk as Dennis
Taeyeon as Katelyne
Other cast : Member Super Junior dan Yunho TVXQ
Genre : Romance + Comedy Project ^^
Author : Riny Oktora Purba dan Arny Masnita Purba ^^
Blog : mysaranghaesuperjunior.blogspot.com
Anyeonghaseoo readers..!! Si duo authors balik lagi nih..Hmm.. FF Do You Love Me kita kan dah selesai chingu. Jadi sekarang authors bikin ff baru lagi. Gumawoo atas respon di part sebelumnya cingu
RCL nya yahh…
Cekidott!
Kami berjalan menuju salon karena tidak ada bus menuju salon tersebut. Belum lagi mobilku masih di bengkel karena kemarin Nicholas tak sengaja merusakknya.

“Tunggu aku, Dennis…” ucapku manja

“ siro. Kalau kau tidak berjalan dengan cepat, salonnya bisa tutup..!! Pallii..” dia mengoceh tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.

“Dennis-ii… Jebal, kakiku sudah sakit..”

“Ah, banyak sekali perbendaharaan alasanmu, Putri NORAKK..!!!” sahutnya ketus

Norak norak dan norak. Hanya itu yang selalu dia ingat dariku.
Sreeettttt…
Di seberang kami terlihat anak kecil yang terduduk di jalan sambil memegang kepalanya yang BERDARAH. Sepertinya dia terserempet mobil hijau itu.
**

Dennis POV

“ Apa kau mau di salon yang ini?” tanyaku pada tuan putri jadi2 an itu

Hening. Tidak ada jawaban.

“Hiaa.. kau tidak mendeng..” kubalikkan badanku ke belakang tapi Katelyne sudah tidak ada.

Aiisss, putri jelek. Kau merepotkanku saja. Dimana kau??? Ckckck.. Ada apa disana? Kenapa banyak orang berkerumun. Jangan jangan…

Aku berlari sekencang mungkin ke seberang jalan dan menuju kerumunan itu..

“ Putriii..!!” teriakku sambil menyingkirkan beberapa orang yang menghalangiku ke tengah

“Kau tidak punya sopan santun..!!” senggak beberapa orang padaku

Sesampai di tengah, ku lihat bukanlah Katelyne yang terkapar melainkan seorang anak kecil yang sedang menangis.

“Kwencana?” ucap Katelyne sambil membelai kepala anak itu yang sudah berdarah

“Aaaaa.. sakit noona…!! Tolong aku, sakiiittt” rintih anak kecil itu

“Kau pejamkan matamu. Noona akan membantu mu.. tenanglah” ucap Katelyne yang sudah menitikkan air mata

Hahaha.. di malah ikutan nangis, dasar cengeng..!! Dan membantu katanya ?? Aku tidak yakin dia bisa membantu anak kecil itu. Sedangkan luka di kakinya saja tidak bisa ia sembuhkan. Banyak sekali omongan putri NORAK ini…!!! Memalukan.

Kuperhatikan gerak geriknya. Awalnya dia membuka cincin NORAKnya dan memakaikan ke jari anak kecil itu. Hahahaha, sempat2 nya dia memberi cincin noraknya ke orang yang sudah hampir mati kehabisan darah.

Tiba tiba tubuh anak kecil itu bersinar dan seketika juga dia pulih Tidak ada lagi darah di kepalanya. Wah, aku bisa gila. Apa Putri NORAK ini hantu???

“Kau siapa? Apa kau tukang sihir? Iya.. kenapa bisa menyembuhkan anak kecil ini? Oii, kau siapa?” semua pertanyaan menyerbu Katelyne sekarang
Wajar saja orang2 ini bertanya2 begitu, aku saja tidak percaya..!!

Kerumunan itu semakin ramai. Sekarang bukan karena ingin melihat keadaan anak kecil yang tertabrak tadi, malah mau melihat Katelyne.
Aku dengan segera menarik tangan Katelyne dan kami pun berlari menjauh dari keramaian.

“Berhentilah. Aku letih..” ucapnya setelah kami jauh berlari

“Huhh..!! Aku tidak suka keringat, tapi sekarang keringatku malah banjir. Semua ini gara2 kau putri NORAK..!!” sahutku sambil ngos-ngosan

“Mian…” jawabnya singkat dan tiba2 dia menangis

“Wae? Kau pabo ya? Aku kan tidak memukulmu, kenapa menangis?” tanyaku bingung

“Huaaa… tanganku…” jeritnya

Kulihat tangannya yang masih ada darah.

“Kenapa dengan tanganmu?” lanjutku

“ Aku takuuut… Takuuut DARAH..” jawabnya sambil terus menangis

“Iiiiishh, pabo. Putri NORAK bodoh.. Kalau kau takut darah, kenapa tadi malah sok jadi pahlawan memegang kepala anak kecil itu, ha..???!!!” bentakku

“ Tolong, aku mohon bersihkan darah ini. Dennis jebal..” pintanya memelas

“Siro..!! Enak saja. Sekarang kau malah menyuruhku membersihkan darah menjijikkan ini. Kau saja..!!” tolakku

Bibirnya mulai gemetar. Apa setakut itu dia melihat darah? Batinku.

Tiba tiba dia jongkok dan menggesek tangannya ke lantai yang berpasir itu. Aaah, dia gila. Masih ada yeoja zaman sekarang yang rela tangan mulusnya digesek ke pasir. Itu pasti menyakitkan.

“Aaaa,, appoo.. hikss,, aaaa” dia tetap menggosok2 telapak tangannya ke pasir itu

Kutarik tangannya dan kami berjalan menuju café di dekat tempat itu.

“ Putri NORAK,,!!!” ucapku sambil menghidupkan keran air dan membersihkan darah di tangannya dengan paksa

“Pediih.. Aaaa.. omma!” keluhnya

Ciih manja sekali, di umur sekarang masih saja dia merengek sambil memanggil ommanya.

“Kau ceroboh sekali. Kenapa malah menggesek tanganmu ke pasir? Kau kan bisa melap darah itu ke bajumu…!!” senggakku setelah kami masuk ke bus untuk pulang

“ Aku mana mungkin mengotori bajuku ini.. Ini kan baju modern pertama yang kupunya.” Ucapnya sambil tersenyum

“Dan kau tidak ingat kalau tanganmu adalah satu2 nya di dunia. Pabo..!!” sahutku kesal

“Hehe, aku terlalu suka melihat baju ku ini.. Sudahlah, yang tadi kan sudah lewat..” jawabnya santai

Ah, sudahlah. Aku sepertinya terlalu mengkhawatirkannya. Padahal dia saja tidak peduli dengan dirinya sendiri. Baguslah, dengan begini aku bisa tidak terlalu menjaganya.
**

“Hoii…. Bangun” ucap Dennis sambil mendorong kepala Katelyne yang sedari tadi menyender ke pundaknya

Katelyne tak kunjung bangun. Wajahnya pucat dan tangannya dingin.
Dennis ketakutan melihat putri tidak sehat begitu. Dia menggendong Katelyne menuju istana.

Katelyne POV

@ Katelyne’s room

“Putri, kwencana? Aku sudah tau apa yang terjadi..” ucap kakek Nicholas padaku yang baru bangun.

“Mianhae, Nicholas.” Jawabku pelan

“ Aku tidak bisa berbuat apa2 putri. Ini sudah sesuai hukum. Kau harus menjalaninya.. maafkan aku..” sambungnya

Sebenarnya aku dilarang oleh khayangan menolong orang di depan keramaian. Aku sudah melakukannya kemarin, jadi aku sudah seharusnya dihukum.

“Baiklah Nicholas. Apa yang harus ku kerjakan?” jawabku pasrah

“ Putri sekali lagi maafkan aku. Kau harus membersihkan semua kamar yang ada di istana ini..” jawab nya

Aah,, hukumanku berat sekali. Bayangkan saja, kamar di istana ini ada tujuh. Omma, kenapa memberi hukuman seperti ini sih? Aku kan anakmu, batinku dalam hati.

“Baiklah, akan aku kerjakan nanti..” sahutku

“Tidak, putri. Hukuman ini berlaku dari jam ini. Sekarang putri harus bergerak untuk membersihkannya..” kata Nicholas

“Aaaaaaaa……. Ommmaaaaaa” teriakku kesal
**

Ah, letih sekali. Tidak satu dayangpun yang membantuku. Awas saja kalian dayang2 ku..!!

Ini kamar ketujuh yang akan ku bersihkan. Tapi ini kan kamar Dennis. Aku bisa dimarahin habis2 an kalau mengganggu waktu istirahatnya. Aiiisssh

“Tok tok tok..” ku ketuk pintunya

“Pergi.. Jangan ganggu aku, ahjumma bodoh..” bentaknya dari dalam

Oh, jadi begini sikapnya kalau ada ahjuma yang membangunkannya setiap pagi. Dasar tidak punya sopan santun.

“Hiaaa… buka pintunya..!!” ucapku dengan nada tinggi

“ Sirooo.. Kau pergilah atau kau mau mati di tanganku???!!! PERGIIIIIII……” suaranya semakin meninggi

“ah, Katelyne bodoh. Aku kan punya kunci cadangan untuk ketujuh kamar ini.. Nicholas yang memberikannya tadi” batinku

Kuambil kuncinya dan kubuka pintu kamar Dennis.

Gubrakkk..!!

Sebuah bantal berhasil mendarat di wajahku.

“ Berani beraninya kau masuk..!! Ahjuma aneh..!!” senggaknya

“Hiaaaaa…….!!!!!! Ini aku PUTRI bukan Ahjuma aneh atau Ahjuma kurang ajar..!!” teriakku

“Ha? Kau bisa akting juga ya ahjuma?” jawabnya masih dari dalam selimutnya

“Kau..!!!” kudatangi dia dan kutarik selimutnya

“Aaaaaaaaaaaaa……..” ternyata dia telanjang dada

“Aiish, sinca. MEMALUKAN…” dia menarik kembali selimutnya dan keluar menuju kamar mandi.

Aku masih kaget dengan kejadian barusan. Ah, berhentilah!! Sekarang tugasmu adalah membersihkan kamar ini. Fighting Katelyne-ah..

Kubersihkan kamar Dennis. Sempat juga ku obrak abrik laci2 mejanya karena penasaran dengan barang2 yang dimiliki namja tampan ini.Ku akui memang aku menyukainya dari awal. Maklum, dialah namja pertama yang kulihat di bumi ini selain Nicholas dan assisten di istana ini. ^^

**

Dennis POV

“Kau belum keluar juga?” tanyaku pada putri NORAK itu

“ Ani.. aku kan ditugaskan membersihkan semua kamar di istana ini, termasuk kamarmu Dennis..” jawabnya sambil tetap mengelap lantai

“Hahahaha…ini sudah menunjukkan kalau kau bukanlah PUTRI SEJATI..!” tawaku mengejek

“Ah, terserah kau saja Dennis-ii. Tapi ini hukuman untukku.. Aigoo, badanku lelah sekali..” jawabnya

“Aku tidak peduli ini hukuman atau apa. Yang penting, kau harus mebersihkan kamarku ini dengan sangat BERSIH. Arra??” ucapku

“De..” jawabnya singkat

Sepertinya dia memang benar2 letih. Sampai menjawab sesingkat itu. Aku berjalan keluar kamar menuju taman. Disana aku sibuk dengan twitter ku. Walaupun, aku tahu hyung dan dongsaeng2 ku tidak akan bisa membacanya tapi tetap saja ku tweet mereka.
**

@Outsider

“Aaahh, kau yakin kita akan buang hajat disini?” tanya Siwon tak percaya

“Ia.. mau dimana lagi? Ini memang sudah tempatnya” sahut Yesung sambil menyebur ke sungai kotor itu (?)

“Yesung-ii kenapa kau masuk ke sungai itu? Itu bukan tempat mandi pabo..!!” teriak Heechul pada Yesung yang sudah asik berenang

“Hahahhaa…” Donghae dan Eunhyuk masih saja selalu tertawa #pltakk

“Hyung, bisa kah aku bergabung dengan Yesung hyung?” tanya Ryeowook polos

“Aaah, michiyoso?” bentak Sungmin sambil menarik kera baju Yesung (?) #kan yesung masih di dalam sungai thor..!! ckckck

“Hahaha…” terdengar gelak tawa dari Yesung dan HEECHUL..??? Ternyata Heechul ikut bergabung dengan Yesung nyebur ke sungai kotor itu
**

@Istana

Dennis POV

Ah, sudah tiga jam aku duduk di taman ini. Sekarang waktunya bagiku untuk tidur. Mumpung si Tuan Putri masih dilarang keluar rumah.

“Ternyata dia sudah selesai membersihkan kamar. Baguslah, dengan begini aku bisa tidur siang..” ucapku setelah kulihat dia tidak ada di kamarku

Kubaringkan badanku di ranjang, dan menarik selimutku yang entah sejak kapan jatuh ke lantai. Tapi kenapa susah sekali ditarik ya? Ah, mungkin sangkut.

“Selimut bodoh.. Aku sudah ngantuk..!!!” kesalku sambil berdiri dan mengambil selimut itu

“Aaaaa….” Aku kaget melihat putri Norak ada di balik selimut dan dia sedang tidur lelap

“Hoi.. hoiii..” ku senggol badannya dengan kakiku

Dia tidak merespon sedikitpun dan masih nyenyak dalam alam tidurnya. Kasihan juga melihatnya tidur di lantai. Entah malaikat apa yang datang menghampiriku saat ini. Akhirnya ku angkat dia ke atas tempat tidurku dan membiarkannya tidur disana. Setelah itu aku pergi ke taman kembali berniat tidur siang disitu.
**
To be continue ^^ —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s