FF EXOSHIDAE – Love at The First Sight Part 1

EXOSHIDAE

Title                 : Love at The First Sight

Genre              : Romance + School life

Length             : Chaptered

Main cast         : Kim Taeyeon, Oh Sehun

Other Cast       : Kyungsoo, Baekhyun, Luhan and all the member of EXO and SNSD

Author             : Arny Purba (yeojakyu)

Disclaimer :

Kisah percintaan beberapa siswa SMA yang akan membawa anda terjun langsung ke tempat dimana anda mungkin akan merasa mengalami hal yang sama dengan toko cerita. Cerita ini akan aku sajikan dengan bentuk chapter supaya para reader bisa lebih greget lagi membacanya. Pembuatan FF ini gak kurang dari sebulan, lebih? Iya… (Lama kan?)

Cerita ini asli karangan penulis, jadi dilarang keras untuk menyalin ulang (meng-copy) cerita ini dan menge-share ulang ke tempat lain tanpa seijin penulis. Dan  jika anda menemukan bagian dari cerita yang mirip dengan cerita/film yang pernah anda baca sebelumnya, mohon dimaklumi karena beribu penulis bukan tak mungkin menulis cerita yang serupa. Akhir kata, jika ada jarum yang patah mohon disimpan di dalam peti, jika ada kata/penulisan yang salah mohon diperbaiki..

Happy reading, and SIDERS GO AWAY!! ^_^

-Arny-

 

 

Part 1

Seorang gadis dengan pakaian sekolah sedari tadi hanya memandang jauh ke arah laut dengan tatapan kosong. Tangannya tak sanggup menahan guci yang terbuat dari tanah liat itu, melepasnya tanpa kesadaran dan membiarkan angin laut menghampirinya.

Kim Taeyeon, seorang gadis yang putus asa dan kesepian. Ditinggal seorang ibu cukup membuatnya terpukul. Hanya ini yang bisa ia lakukan, membawa guci buatannya untuk sahabat yang sekarang telah tinggal di tempat yang berbeda dengannya. Diam, tanpa mengeluarkan sedikit pun ekspresi. Entah apa kejadian sebenarnya, biarlah waktu yang akan memulai…

**

Sudah dua jam gadis bertubuh pendek itu berdiri di tepi laut. Seorang diri dan terdiam. Hanya air mata yang terkadang menetes dari pelupuk matanya. Kenyataan bahwa dia tidak lagi memilik sesosok ibu yang sangat ia sayangi cukup membuatnya terpukul dan tersingkir. Tak ada seorangpun yang mau berteman dengannya. Bukan karena mereka tak bisa menerima Kim Taeyeon, tapi dia sendirilah yang membuat semua orang begini.

“Excuse me…”sapa seseorang

“Hei? I just wanna ask you…”seseorang berhasil menghentikan lamunannya. Dengan cepat Taeyeon menghapus air matanya agar tak terlihat oleh orang yang menyapanya itu.

“Hm?”tanyanya masih dengan nada bergetar.

“Are you fine?”tanya laki-laki dengan setelan casual padanya. Taeyeon tak menjawab, dia hanya mengalihkan pandangannya ke arah laut lepas yang sudah sedikit berwarna jingga karena hari telah senja.

“Apakah kau orang asing? Kau tidak mengerti bahasa kami kan? Bisakah aku meminjammu sebentar saja?”Taeyeon melemparkan pertanyaan bertubi-tubi pada pria berambut pirang itu. Sementara orang yang ditanyai hanya terdiam, tak mengerti apa maksud gadis dihadapannya.

“Aku~aku hanya ingin bahagia. Aku ingin semua orang menerimaku, menjadikanku orang yang berarti. Aku tak bisa mengharapkannya dari orang tuaku, hanya mereka teman-temanku yang ada sebagai keluargaku disini. Aku kesepian, dan~”belum selesai Taeyeon mengeluarkan semua isi kepalanya, pria itu langsung memberinya sebuah minuman kaleng soda.

“I don’t know what you tell about. But, you look so poor.”ucap pria asing itu dan meninggalkan Taeyeon.

**

“Agasshi… Agashii…”panggil seorang wanita setengah baya sambil mengetuk pintu yang bertuliskan “Purple princess”

“Ah nde… berhentilah mengganggu tidurku!”kesal Taeyeon sambil mencoba membuka matanya yang masih terasa berat.

“Mianhamnida agashii, tapi anda harus ke sekolah sekarang.”jelas Park ajhuma.

“Araseo..”balas Taeyeon.

“Aishh.. aku benci sekolah itu. Aku benci orang-orang didalamnya. Argghh~ aku ingin sekali cepat-cepat keluar dari sana!”batin Taeyeon sambil bergerak malas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.

Sesampainya di sekolah—

“Taeyeon-ii.. Kim Taeyeon!”seorang pria berkaca mata tampak sedikit berlari untuk menyamakan langkah dengan Taeyeon.

“Tidak usah memanggilku seolah-olah kita berteman dekat”jawab Taeyeon dengan ketus.

“Hahaha aniyo.. Aku hanya ingin mem-”

“Jung seosangnim!”belum sempat Kyungsoo menjelaskan maksudnya, Taeyeon segera berlari menuju guru kesayangannya Jung Min seosangnim, seorang guru matematika.

“Ah Taeyeon-aa.. ada apa?”jawab Jung seosangnim.

Merasa diabaikan Kyungsoo pun hanya tersenyum kecut dan berjalan arah menuju kelasnya.

“Bruk”seonggok tepung berhasil mengenai kepala Kyungsoo saat berjalan menuju bangkunya.

“Aishh..”keluh Kyungsoo saat tahu yang mengerjai dia.

“Aishh? Mwoya? Apa yang kau lihat? Kim Taeyeon? Kau masih berpikir bahwa kau layak bersamanya?”seorang dengan penampilan tengil datang menghadang Kyungsoo.

“Aku tidak ingin bermain dengan kalian. Awas..”jawab Kyungsoo sambil membersihkan kacamatanya yang juga terkena tepung.

“Nde? Hahahaha.. darimana nyalimu bisa menjwabku seperti ini? Apa kau sudah pergi latihan Wushu, he?”tantang Baekhyun si preman sekolah sambil menarik baju Kyungsoo. Kyungsoo tak berbuat apa-apa. Dia hanya menatap tajam pada Baekhyun seolah-olah mengatakan bahwa dia tidak takut sedikitpun pada gertakan Baekhyun.

“Aishh jinjja!”emosi Baekhyun meluap dan siap-siap untuk mendaratkan pukulannya di wajah mulus Kyungsoo.

“Hia!!! Apa yang kalian lakukan? Apakah ini yang seharusnya kalian lakukan di sekolah?”tiba-tiba Jung seosangnim masuk ke dalam kelas diikuti oleh Taeyeon di belakangnya.

“Nampeunno…”cetus Taeyeon sambil melirik Baekhyun.

Baekhyun yang merasa malu dengan Taeyeon segera melepaskan tangannya dari kerah baju Kyungsoo dan segera mengambil posisi duduk.

Baekhyun, Xiumin dan Chen adalah jajaran siswa nakal dan ‘tengil’ terkenal di kalangan siswa. Sementara Kyungsoo, Lay, dan Tao adalah sekumpulan orang Busan yang malang karena setiap hari akan dikejutkan oleh bully-an dari jajaran ‘tengil’ tadi.

“Kerom… selamat pagi semuanya. Hari ini kalian akan kedatangan teman baru. Sebentar, ibu akan memanggilnya.”ucap Jung seosangnim dan berlari kecil menuju luar kelas.

“Come here…”panggil Jung seosangnim pada pria bertubuh tinggi yang sedang bersandar dinding luar kelas.

“Yes.. thank you”jawabnya sambil menunduk.

Siswa baru itupun memasuki ruang kelas dan pada saat yang bersamaanlah semua siswa terutama wanita langsung memancarkan senyuman mereka sambil berbisik-bisik mengundang keributan.

“Oke.. oke. Semuanya harap diam. Biarkan dia memperkenalkan diri. Please… introduce your self?”ucap Jung seosangnim.

“Hi all. I’m Sehun. Oh Sehun. I came from Canada. Nice to see you guys~”Sehun memperkanlkan diri sambil tersenyum simpul pada seluruh anggota kelas.

“Omo! Apa dia asli orang Canada? Apa dia orang Korea berdarah campuran?

Omo.. dia sangat tampan! Bla bla bla

Itulah tanggapan beberapa, ah maksudku kebanyakan siswi di kelas 2A Parang High School (kecuali Taeyeon).

“Kerom… karena Sehun belum bisa berbicara bahasa Korea dengan baik , saya harap kalian semua ajarkanlah pelan-pelan dan jangan pernah mengajarkan yang buruk. Apa kalian sudah mengert?”

“Nde aigasamnida seosangnim!”jawab seluruh siswa dengan serempak.

“Bagaimana bisa seorang asing masuk ke sekolah ini tanpa terlebih dahulu mengetahui bahasa Korea?”batin Taeyeon setelah sedikit melirik siswa baru itu.

“Annyeong”sapa yeoja berkulit putih susu pada Sehun yang kini menjadi teman semejanya. Yang disapa hanya tersenyum simpul dan tak melepas pandangannya dari yeoja yang duduk di depannya, yang tak lain adalah Taeyeon. Seohyun yang merasa bahwa pusat perhatian Sehun adalah Taeyeon hanya bisa mengerutkan keningnya.

“Did you know her?”tanya Seohyun yang notabene adalah siswa terpintar dipelajaran bahasa Inggris.

“Ah.. No”jawab Sehun sambil menggigit bibirnya dan bertingkah seolah berusaha mengingat sesuatu.

“Aish.. namja ini benar-benar menawan. Bagaimana bisa aku bernapas dengan baik saat aku harus duduk bersama pria tampan seperti dia”batin Seohyun sambil memperbaiki rambutnya. Ya, sepertinya dia terlilit kasus jatuh cinta pada pandangan pertama detik ini

**

Tak butuh waktu lama Sehun mendapatkan teman sepermainannya. Luhan, Kai, Kris dan sekarang ditambah oleh anggota baru yakni Sehun adalah sejajaran orang berkelas di sekolah dan terkenal dengan keahlian masing-masing di dunia olahraga terutama basket. Bak melihat malaikat yang turun ke bumi, begitulah kehisterisan siswi di sekolah Parang High School saat keempat namja itu melewati setiap lorong sekolah. Belum lagi karena mereka tahu bahwa salah satu personil adalah siswa pindahan dari Kanada. Dan lagi yang membuat gempar sekolah, kini Sehun sudah lancer berbahasa Korea, sangat jenius bukan?

“Brukk!” tanpa sengaja Taeyeon terjatuh karena menabrak ke-empat malaikat itu saat sedang mengangkat beberapa buku ditangannya.

“Au…”keluh Taeyeon sambil memegang lututnya yang kini lecet karena sedikit terbanting dihadang namja yang berbadan tegap itu. Ke-empatnya bukannya merasa bersalah sedikitpun bahkan mereka meninggalkan Taeyeon begitu saja dengan gaya ‘cool’ nya itu.

“Hiaaa!”tidak terima diperlakukan seperti itu, Taeyeonpun berteriak. Tapi sayang teriakannya tak digubris sama sekali oleh malaikat-malaikat itu.

“Hia! Apa kalian tidak mendengarku? Luhan, Kai, Kris dan kau Sehun. Sekumpulan orang tak penting yang dianggap penting di sekolah!”pekik Taeyeon dengan tangan berkacak pinggang.

Syaapppp! (suara angin?)

Keempat namja itupun menghentikan langkah mereka dan membalikkan tubuh ke arah datangnya suara teriakan yang cukup menggangu.

“Mwoya?”tanya Kris yang berperan sebagai ketua genk.

“Mwoya? Aishh.. ini sangat menggelikan.”kesal Taeyeon sambil menghembus poninya.

“Kau ingin tanda tangan?”tanya Kai sambil mencari pulpen dari kantong celananya.

Beberapa siswa yang penasaran pun membuat lingkaran setan. Ya ini sangat menarik, Kim Taeyeon sepertinya akan masuk perangkap hari ini.

“Igo..! Ambil ini…”perintah Taeyeon sambil menunjuk buku-buku yang berserakan di lantai.

“Aishh.. jinjja. Ini sangat mengganggu. Hia Agashii..tidak perlu seperti ini. Katakan saja jika kau benar-benar menginginkan tanda tangan kami atau mungkin foto?”ucap Luhan dengan tawa kecil.

“Hahahaha….”yang lainnya hanya tertawa meng-iya-kan perkataan Luhan. Taeyeon tersenyum kecut, dia masih menunggu ke-empat namja itu mengambil buku-bukunya dan meminta maaf.

“Hana dul.. “Taeyeon mulai menghitung, Sementara yang disuruh hanya tertawa mengejek. Merasa diabaikan Taeyeonpun kehilangan kesabaran, dengan gerakan cepat dia mengayunkan tangannya hendak menampar salah satu dari ke-empat namja itu.

TO BE CONTINUE ^_^

RCL

9 comments

  1. elisalysa · March 12, 2014

    Kyaaaa!!! Lanjut!!! Pokoknya cepettt lanjutin!!! #maksa-_-) thor lanjutin nde.. Penasaran banget -_- Figthing!!

    • yeojakyu · March 16, 2014

      nde.. gomawo ya chingu buat responnya…
      oke udah dilanjut kok🙂

  2. Indah BSW · May 11, 2014

    Wah.. Baru nemu ni blog..
    Ceritany seru lanjut ne..

  3. erahmaliati21 · May 20, 2014

    Astaga sehunnya jenius banget langsung bisa bahasa korea hehe😀
    Seohyun suka sama sehun yaa?
    penasaran~

    • Arny_Chan · May 21, 2014

      wkwkw…
      gak secepat itu juga sih😀

  4. Haru-Chan · June 2, 2014

    siapa yg taeng tampar?thor,emg taeng gk pnya temen y di ff ini?taeng emg’a judes banget y di sni?kereeennn thor…aku suka seyeon (sehun – taeyeon)

  5. putriwardania29 · June 10, 2014

    Neomu joah!!! Ga sabar mau baca next chapter ahaha saranghaeyo author/? Keep writing neee

  6. christy997 · February 22, 2015

    Gilaa.. Taeyeon ketus banget ya 😰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s