FF EXOSHIDAE – Love at The First Sight Part 2

MM

Title                 : Love at The First Sight

Genre              : Romance + School life

Length             : Chaptered

Main cast         : Kim Taeyeon, Oh Sehun

Other Cast       : Kyungsoo, Baekhyun, Luhan and all the member of EXO and SNSD

Author             : Arny Purba (yeojakyu)

Disclaimer :

Kisah percintaan beberapa siswa SMA yang akan membawa anda terjun langsung ke tempat dimana anda mungkin akan merasa mengalami hal yang sama dengan toko cerita. Cerita ini akan aku sajikan dengan bentuk chapter supaya para reader bisa lebih greget lagi membacanya. Pembuatan FF ini gak kurang dari sebulan, lebih? Iya… (Lama kan?)

Cerita ini asli karangan penulis, jadi dilarang keras untuk menyalin ulang (meng-copy) cerita ini dan menge-share ulang ke tempat lain tanpa seijin penulis. Dan  jika anda menemukan bagian dari cerita yang mirip dengan cerita/film yang pernah anda baca sebelumnya, mohon dimaklumi karena beribu penulis bukan tak mungkin menulis cerita yang serupa. Akhir kata, jika ada jarum yang patah mohon disimpan di dalam peti, jika ada kata/penulisan yang salah mohon diperbaiki..

Happy reading, and SIDERS GO AWAY!! ^_^

-Arny-

 

Part 2

 

Previous Story : “Aishh.. jinjja. Ini sangat mengganggu. Hia Agashii..tidak perlu seperti ini. Katakan saja jika kau benar-benar menginginkan tanda tangan kami atau mungkin foto?”ucap Luhan dengan tawa kecil.

“Hahahaha….”yang lainnya hanya tertawa meng-iya-kan perkataan Luhan. Taeyeon tersenyum kecut, dia masih menunggu ke-empat namja itu mengambil buku-bukunya dan meminta maaf.

“Hana dul.. “Taeyeon mulai menghitung, Sementara yang disuruh hanya tertawa mengejek. Merasa diabaikan Taeyeonpun kehilangan kesabaran, dengan gerakan cepat dia mengayunkan tangannya hendak menampar salah satu dari ke-empat namja itu.

 

“Changkaman!”ucap Sehun namja ber-IQ 150 namun malas itu setelah berhasil menangkap tangan Taeyeon.

“Guci? Kau wanita guci itu kan?”lanjut Sehun sambil menahan tangan yeoja dihadapannya saat ini. Taeyeon hanya memasang mata sinis dan mengerutkan keningnya karena ia tidak mengerti apa maksud perkataan Sehun.

“Hah… kau benar-benar wanita guci itu. Aku sudah menduganya sejak masuk ke sekolah ini”lanjut Sehun lagi.

“Apa kau mengenalnya?”tanya Kris pada Sehun

“Ah aniyo”jawab Sehun

“Lepaskan tanganku..”sinis Taeyeon dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sehun yang cukup kuat.

“Hahh… bagaimana mungkin kau mendapatkan apa yang kau impikan? Mendapat banyak teman dan memperlakukanmu dengan baik?”tanya Sehun dan masih menggenggam tangan Taeyeon.

“Mwo?”ucap Taeyeon setelah menyadari bahwa namja yang bersamanya saat di tepi laut waktu silam adalah Sehun.

“Seorang yeoja dengan perawakan dingin dan mengerikan sepertimu, tidak akan ada orang yang akan suka. Hahaha”tawa Sehun

“Hia!!! Ap~apa yang kalian lakukan pada Taeyeon?!”tiba-tiba Kyungsoo berlari menghampiri lingkaran itu. Berdiri sambil mengambil ancang-ancang untuk melawan.

“Aishh.. aku benci berurusan dengan orang culun ini.”keluh Kai

“Apa urusanmu ha? Setidaknya aku adalah orang yang benar-benar berperan penting di sekolah ini. Kalian? Apa yang bisa kalian lakukan di sekolah? Menarik perhatian para siswi? Hahh.. kalau begitu mendaftarlah sekarang menjadi pria bayaran”sini Taeyeon dan berhasil menghentakkan tangannya dari genggaman Sehun.

“Ahh… yeoja ini..”Sehun mulai emosi mendengar ucapan Taeyeon.

“Mworago? Ada ada dengan tatapan kesal itu? Kau sakit hati karena kau sadar dan menerima kenyataan sebenarnya?”tanya Taeyeon pada Sehun

“Dan kau.. tak perlu bersikap seperti pahlawan sementara celanamu masih bergetar hebat”ucap Taeyeon pada Kyungsoo dan meninggalkan tempat itu.

“Taeyeon-ah.. changkaman!”teriak Kyungsoo dan mengejar Taeyeon.

“Kim Taeyeon?”batin Sehun dan memancarkan senyum kekalahannya.

**

Keesokan harinya di sekolah..

“Kim Taeyeon..”panggil Park seosangnim saat melihat Taeyeon melewati kantornya pada jam istirahat .

“Nde saem?”tanya Tayeon dan menghampiri guru kesayangannya itu.

“Igo.. tolong berikan ini ke kantor osis bagian keolahragaan. Berikan pada Leejun Seosangnim, tapi jika beliau tidak ada disana berikan saja kepada ketua coordinator bagian keolahragaan”.pinta Park seosangnim

Ah.. Kris”batin Taeyeon.

“Nde saem.. Aku pergi sekarang”jawab Taeyeon sambil membawa data-data itu ke kantor osis bagian keolahragaan.

“Gomawoyo Taeyeon-ii”ucap Park seosangnim dengan nada informal.

Tuk tuk tuk

“Cogiyo~”Taeyeon mengetuk pintu kantor dan akhirnya membuka pintu itu sendiri karena tidak ada yang mendengar panggilannya.

“Nuguya?”tanya seorang namja dengan perawakan mengerikan. Namja berambut keriting dan bertubuh gempal menghampiri Taeyeon.

“Mana Leejun seosangnim?”tanya Taeyeon sambil mundur satu langkah karena merasa ngeri melihat namja itu.

“Aishh.. kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku. Nuguseo?”tanya namja itu lagi dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon seperti sedang meneliti setiap inchi wajah yeoja imut itu.

“To~tolong berikan ini pada Kris”ucap Taeyeon yang mulai gugup karena dia kini semakin takut dengan siswa itu. Wajar Taeyeon mulai ketakutan, karena selama di sekolah dia paling anti berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya terutama namja.

“Huahahahha”tawa namja bertubuh besar itu saat melihat ekspresi takut Taeyeon, dan mulai maju dengan langkah pelan entah apa niatnya.

“Hia… kau sedang apa? Kau pikir aku takut padamu?”tanya Taeyeon mencoba menutupi suara gemetarnya.

Brakkk!

Pintu tertutup. Bukan karena angin, tapi namja itulah yang sengaja menutupnya.

“Hia~”Taeyeon mulai was-was

“Mwo? Aku kan hanya bertanya siapa namamu. Sepertinya kau adalah yeoja yang paling terkenal itu ya? Yeoja berhati dingin, Apakah kau Jung Taeyeon? Ah ani… Sung Taeyeon?”ucap namja itu sambil tetap memojokkan Taeyeon.

“Awas kau namja gila!!!”teriakan Taeyeon sambil mencoba melepas sepatunya agar bisa memukul wajah namja gempal itu..

“Hia~ siapa yang berani membuat keributan disini?”tiba-tiba terdengar teeriakan namja dengan bersuara berat. Dari dalam sebuah  ruangan kecil yang tampaknya adalah ruang untuk beristirahat di ruangan itu keluarlah namja bertubuh tinggi dengan rambut agak berantakan.

Sambil mengucek matanya untuk dapat melihat jelas, Sehun mendekati Baro yang kini menahan Taeyeon dengan tangannya di sudut ruangan.

“Hia~apa yang kalian lakukan di tempat ini? Aishh aku tidak percaya dengan semua ini”ucap Sehun dengan nada malas dan sesekali menguap.

“Kau?”kaget Taeyeon saat melihat namja yang ada dihadapannya saat ini. Dan beberapa saat kemudian dia bernafas lega, kini dia aman, itulah yang ia pikirkan saat ini.

“Yeoja guci? Apa yang kau lakukan disini? Cepat pergi, aku ingin ganti baju”lanjut Sehun dengan santai sambil menghempaskan tangan Baro dari bahu Taeyeon. Taeyeon menurut, dia segera pergi dari ruangan itu setelah meletakkan data-data yang Park seosangnim titipkan padanya. Sehun melihat ke arah meja tempat Taeyeon meletakkan kertas-kertas itu dan memandangi yeoja itu berjalan dengan kaki gemetar keluar dari ruangan itu.

“Mi~mian..”ucap Baro dan berniat untuk pergi keluar.

“Aishh.. kenapa kau juga mau pergi? Kau masih harus disini berurusan denganku”jawab Sehun dan kembai menguap.

“A~ampun…. Aku tidak akan mengulanginya lagi”ucap Baro ketakutan. Bahkan nyalinya terkubur dalam-dalam saat berhadapan dengan Sehun yang ukuran tubuhnya jelas lebih kecil darinya.

“Bug”

“Kalau kau seperti ini ke semua wanita, bagaimana kau memperlakukan ibumu?”tanya Sehun setelah memberi Baro sebuah pukulan ringan.

**

Keesokan harinya…

Pagi ini sangat berbeda dari biasanya, Sehun hadir di sekolah sangat pagi. Dan seperti biasa dia akan tidur dimejanya tanpa mempedulikan setiap yeoja yang asyik mengambil fotonya beberapa kali. Dari arah pintu, Taeyeon berjalan menuju bangkunya. Dia sesekali melirik kea rah Sehun seperti ada sesuatu yang ingin dia ucapkan tapi ia tampak ragu-ragu.

“Waeyo? Apa yang kau lihat?”tanya Seohyun yang juga baru datang dan duduk di bangku tepat di samping Sehun.

“Ani”jawab Taeyeon cuek dan segera duduk di kursinya.

“Aishh Sehun-aa apa yang kau lakukan sepanjang malam? Apa kau begitu lelah sampai kau tertidur begini? Keromm.. kau tetap tampan”geram Seohyun sambil mencubit pipi mulus milik namja yang bernama Sehun itu.

“Hia~ jangan menyentuhku.”tiba-tiba Sehun terbangun dan menjauhkan tangan Seohyun dari pipinya.

“Hehe.. mianhae. Tapi kau begitu menggemaskan. Ah.. apa kau mau bubble tea?”tawar Seohyun dan menyodorkan bubble tea pada Sehun.

“Boleh juga”jawab Sehun dan menyambar bubble tea yang merupakan minuman favoritenya selama di Korea.

“Aishh.. Seohyun tampaknya sangat lihai mengambil hati Sehun..”

“Iya, dia bisa mengandalkan kepandaiannya”

Bisik-bisik para yeoja dikelas jelas terdengar oleh Seohyun, tapi dia tidak menghiraukan mereka semua. Dia tetap melakukan apa saja demi mendapat perhatian teman semejanya itu.

Taeyeon yang sedari tadi sibuk membaca buku tiba-tiba dikejutkan oleh tumpahan air yang mengenai bukunya. “Byurr”

“Ups..”ucap Sehun dengan wajah tak bersalahnya kini berdiri di samping meja Taeyeon..

“Hia…”kesal Taeyeon sambil berdiri dan mengangkat bukunya yang sudah berwarna cokelat itu.

“Mianhae… aku masih sangat mengantuk, jadi aku tidak melihat jalan dengan baik”jelas Sehun dengan wajah polosnya. Taeyeon tidak menjawab. Dia sedang berperang dengan hatinya sekarang, haruskah dia marah lagi atau hanya diam dan memaafkan Sehun?  Entah kenapa dia merasa semakin lama semakin banyak teman-teman di kelasnya yang mulai berlebihan padanya.

“Apa kau puas?”sinis Taeyeon pada Sehun sambil menahan buliran air mata yang dengan hitungan detik akan tumpah. Sehun yang sadar akan suasana itu menjadi merasa tak enak hati. Baru kali ini dia melihat ekspresi Taeyeon se-mengerikan ini.

“Aku~”belum selesai Sehun menyelesaikan kalimatnya, Taeyeon segera berlari keluar kelas meninggalkan Sehun dan buku yang baru saja rusak akibat ulah namja itu.

**

Sepulang sekolah..

Sehun, Kai dan Luhan berada dalam mobil yang sama. Kris tidak bisa bersama mereka saat ini karena Kris sebagai coordinator keolahragaan akhir-akhir ini disibukkan oleh Liga Osis.

“Kai, bagaimana dengan yeoja yang selama ini mengejarmu?”tanya Luhan sambil sesekali mencolek perut six-pack milik Kai.

“Hia Luhan-ii, kau tidak perlu mengejekku seperti ini. Bukan dia yang mengejarku, tapi aku yang mengejarnya”jawab Kai

“Hahahaha… begitukah?”ucap Luhan seolah-olah tidak tahu.

“Aishh.. awas kau ya..”ucap Kai sambil menjitak kepala Luhan seperti biasa saat mereka bercanda.

“Hia.. hia.. aku sedang menyetir. Nanti kita celaka!”teriak Luhan sambil tertawa

“Hahahah”tawa mereka berdua. Sadar akan seorang di dalam mobil yang sedari tadi diam mematung, Kai dan Luhan pun terdiam dan melihat satu sama lain dan menoleh Sehun secara bersamaan.

“Waeyo?”tanya Luhan

“Hia Sehun.. Waeyo?”tanya Kai dengan suara agak keras agar Sehun mendengar mereka.

“Nde?”tanya Sehun dan segera menutup wajahnya dengan topi.

“Apa kau sakit?”tanya Luhan.

“Aniyo.. hahhh… Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.”jawab Sehun sambil memegangi buku yang sudah robek karena basah.

“Kita ke toko buku sebentar”ucap Sehun pada Kai dan Luhan.

“Mwo? Ke toko buku? Apa yang membuatmu pergi ke tempat seperti itu?”tanya Kai tak percaya

“Ah.. aniyo. Aku hanya ingin membelikan Sohee sebuah komik”jawab Sehun

“Sohee? Nugu?”tanya Kai

“Nae yeodongsaeng. Ah, bukan, maksudku sepupuku”jawab Sehun sedikit gugup

“Baiklah…Kenapa kau gugup begitu?”jawab Luhan sambil mengemudikan mobil dengan kencang.

Sesampainya di toko buku…

“Aish.. aku bahkan tidak tahu harus memilih buku yang mungkin dia sukai”batin Sehun sambil mencari-cari buku di lemari berlabel “Beauty and Fashion”

“Hia Luhan-ii.. Lihatlah ini, palli~”panggil Kai sambil menunjuk buku yang ada di tangannya.

“Mwoya?”tanya Luhan dan menghampiri Kai.

“Love Story”

“Hiaa.. bagaimana kau bisa mendapat buku ini? Palli, ambil ini saja sebelum ada orang di sekitar sini yang melihat kita”ucap Luhan dengan mata berbinar-binar.

“Nde.. kalau begitu kau langsung bawa saja ke kasir. Aku akan mencari buku lain yang serupa”jawab Kai

“Ah.. nde..nde”ucap Luhan sambil terburu-buru menuju kasir.

“Bruk”Karena tebu-buru, Luhan tidak memperhatikan jalannya sampai menabrak seorang yeoja

“Auw…”pekik seorang yeoja dengan pakaian seragam sekolah. Sepertinya yeoja itu adalah siswa SMA juga sama seperti mereka .

“Ah.. mianhae.. Kwenchana?”refleks Luhan  membantu yeoja yang terjatuh akibat kesalahannya.

Yeoja itu hanya tersenyum kecut. Dia tidak menjawab, tapi matanya bergantian melihat Luhan dan buku yang ada ditangan namja itu. Buku dengan sampul bergambar seorang wanita seksi. Merasa diperhatikan, Luhan langsung salah tingkah.

TO BE CONTINUE ^)^

8 comments

  1. elisalysa · March 24, 2014

    aaaaa pendek aaah ga puas bacanya >ㅁ< next chap panjang ndeee😀 aku tunggu lhoo!! #tambahmaksa# FIGHTAENG buat author!!

    • yeojakyu · March 29, 2014

      gomawo dah mau baca… oke deh🙂

  2. erahmaliati21 · May 20, 2014

    Nugu? Siapa yg tabrakan sama luhan?

  3. Haru-Chan · June 2, 2014

    keren thor…itu kok taeyeon dingin ya?

  4. putriwardania29 · June 10, 2014

    Kyaaaaaa kai luhan ih yadong yadong yadoooong! Buku apa itu sampulnya wanita seksi omejih/? Kyaaa daebak daebak fightiiiiing ~~~

  5. christy997 · February 22, 2015

    Sehun jail banget sama Taeyeon. Sampe2 basahin bukunya Taeyeon. Tapi dia mau ganti kan? 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s