FF TaeTeuk – Do You Love Me? Part 7

do-you-love-me1

Title : Do you love me?

Genre : Romance

Author : Arny-Riny

Cast : Leeteuk SuJu, Taeyeon SNSD, Kang Sora, member SuJu and SNSD

Anyeonghaseo chingudeul..?

Author lagi mikirin bagusnya cast ff nya siapa yah? Akhirnya author milih Taeyeon ama Leeteuk. Inspirasi berasal dari video Taeteuk yang mesra tertangkap kamera. Yaudah deh,, Author nyobak bikinin ff tentang mereka.

Makasih buat yang udah mau buka ff nih…

Dan yang mau baca, HAPPY READING YAHH…! CEKIDOT..   J

Part 7

Leeteuk POV

“Ayo.. dimakan. Ini adalah sup rumput laut, kimchi dan sayuran yang masih segar. Ayo.. ayo.. dimakan.”ajak Omma Taeyeon sambil menyendokkan makanan ke piringku.

“Ah.. ne ajhuma. Terima kasih.”

Kulihat Taeyeon yang sedari tadi tidak sedikitpun melihatku. Apa dia masih marah?

“Taeyeon-ah.. mani mogo.”suruh ommaku.

“Ne ajhuma”jawabnya pelan.

Aku melihat wajahnya. Pucat sekali. Apa dia tidak makan, sehingga tampak kurus begini?

“Taeyeon-ah.. makanlah sedikit. Omma sudah capek membuat ini tapi kau malah tak menyentuhnya. Mau sampai kapan kau mogok makan?”

“Wae Taeyeon-ah? Apa ada masalah? Atau kalian berdua sedang ada masalah?”selidik omma sambil melirik tajam ke arahku. Aku diam.

Perlahan dia mengangkat kepalanya. Tapi tetap tidak melihatku. Dan diapun makan. Saat makan, aku berusaha mencari perhatiannya. Tapi tetap saja dia tidak peduli. Akupun menendang kakinya dari bawah meja berharap agar dia melihatku dan memarahiku. Tapi usahaku gagal. Dia memang melihatku, tapi tak ada respon diwajahnya. Aisshh.. anak ini kenapa jadi seperti ini.

**

 

1 Juli 2012

Leeteuk POV

Taeyeon-ah.. maafkan aku..”aku mengirim pesan itu pada Taeyeon. Dia benar-benar tahan marah padaku. Aku memang salah. Dan aku berjanji tidak akan pernah menyakitinya lagi. Tapi kenapa sangat sulit ya mengatakan yang sebenarnya padanya alasanku memarahinya. Aku kan hanya tidak suka dia bersikap manis dengan semua orang. Ah.. bukan, maksudku pada semua ‘namja’.

Kutunggu balasan darinya, tapi tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan untuk meneleponnya.

Kumohon kali ini dengarkan aku bicara. Angkat teleponku..”aku mengetikkan kata2 iitu dan mengirimnya.

Setelah kutunggu, akhirnya Taeyeon mengangkat telepon.

“Apa yang ingin kau katakan Park Jung Soo?”

“Taeyeon maaf ..”

“Apa hanya itu yang akan kau katakan? Tenang saja, kau sudah kumaafkan.”

“Jangan seperti itu Taeyeon-ah.. aku hanya..”

“Hanya apa? Hanya bercanda maksudmu?”

“Ani… aku hanya tidak suka..”

“Eh?”

“Aku tidak suka kau sok manis di depan pria lain.. harassooo!!!”

“Mwo..?”

“Ah,, sudahlah! Tak usah terus bertanya. Aku tidak suka mengulangi perkataanku.”

“Apa maksudmu? kau? Suka padaku?”

“Siapa yang bilang begitu..huh..!”

“Ah.. mian.. maksudku..”

“De..de..de..!!! Saranghae..”

Taeyeon terdiam sejenak dan aku mendengar dengan jelas tarikan napasnya. Tentu saja dia kaget. Lelaki idola para yeoja sepertiku akhirnya menyerah pada si gadis aneh ini.

“Teukie-ah.. gumawoo. Na do”jawabnya pelan.

“Aiisshhh… memalukan. Hiaaa…!!! Apa kau belum sadar kalau kau itu bersalah?”senggakku padanya

“Aku? Salah apa?”

“Mana bukti kalau kau pecinta Leeteuk hah? Bahkan kau lupa ulang tahunku?!!”tanyaku

“Hah? Omoo..!! kau ulang tahun sekarang..”

“Aiisss.. sinca. Datanglah ke taman dekat rumah, kalau kau telat awas kaau..!”aku menutup telepon

*

 

 

Taeyeon POV

Benarkah ini? Tuhan.. terimakasih. Aku..sangaat senang. Leeteuk bilang dia suka padaku.

Jantungku berdetak sangat cepat, aku tidak menyangka sedikitpun. Teukie-ah… gumawoo..!!

Omo…!! Dia menyuruhku datang ke taman? Apa ini kencan?

Segera aku bangkit dari tempat tidurku, mandi dan memilih baju terbaik untuk kencan pertama.

Ah..sepertinya ini terlalu sederhana..

Ah..yang ini tampaknya bagus, tapi sepertinya terlalu mini..

Ah..bagaimana kalau yang ini. Heh? Tidak.. ini terlalu formal

Aigoo.. tak ada baju yang masuk final untuk kupilih. Apa aku harus membeli yang baru?

Ah.. ne. aku harus belanja baju dulu ke butik.

Setelah aku lama memilih baju dibutik, akhirnya aku mendapatkan baju yang cocok.

 

“My first date..”batinku

**

 

Leeteuk telah sampai di taman dekat rumah Taeyeon sejak tadi. Sudah 1 jam dia menunggu kekasihnya itu. Dia mulai kesal dan kakinya terus mondar-mandir kayak cacing kepanasan.

“Hah.. sungguh membosankan. Dia bahkan tidak menepati janji. Lihat saja nanti..”Leeteuk bicara pada dirinya sendiri.

Leeteuk masih sabar menunggu. Tapi Tayeon belum muncul.

“Oke.. aku pergi saja.”akhirnya Leeteuk memutuskan untuk pergi.

Saat Leeteuk sudah pergi, Taeyeonpun datang dengan sepedanya. Dia buru-buru mengayuh sepedanya. Saat dilihatnya mobil Leeteuk mulai menjauh dari taman, dia pun berteriak.

“Teukie-ah… tunggu aku..! hia…!!!

Taeyeon semakin mempercepat kayuhannya, sampai-sampai dia tidak memperhatikan jalannya. Ban sepeda mulai goyang. Badannya juga tidak lagi seimbang. Dan akhirnya..

“Auww… appoyo…”katanya.

Taeyeon terjatuh dari sepeda. Kakinya terluka dan berdarah karena terkena aspal.

*

 

Taeyeon POV

AIGOO… sakit sekali. Tolong aku.. bahkan kencan pertamaku gagal. Aku mencoba berdiri tapi tidak bisa. Mwo? Darah…? Teukie-ah.. tolong aku.

Aku melihat sekeliling. Tidak ada orang yang bisa dimintai tolong. Pasrah. Aku masih terduduk di jalan bersama sepedaku yang tidak berguna ini.

Leeteuk POV

Sinca.. menyebalkan wanita ini. Akan kumatikan handphoneku supaya dia sadar bahwa dia sudah membuat orang lama menunggu. Tapi.. odi?

Dimana handphone ku. Ah… tertinggal. Sepertinya tadi kuletakkan di bangku taman itu. Ck..

Akupun memutar balik mobilku, kembali ke taman untuk mengambil handphoneku.

**

“omma… sakit… tolong aku. Huaaaa…hiks hiks..”tangis Taeyeon. Kakinya terkilir. Dan dia belum juga bangkit dari jalanan itu.

Sementara mobil Leeteuk mulai mendekat. Karena Leeteuk melihat seseorang menghalanginya di jalan itu, dia pun menghentikan mobilnya dan keluar.

“Hiaa.. minggir aku mau lewat”kata Leeteuk yang belum sadar bahwa wanita yang mengahalangi jalannya adalah Taeyeon.

Taeyeon menoleh ke belakang.. dan tetap sambil menangis.

“Taeyeon-ah.. kwencana. Kau kenapa?”Leeteuk kaget dan berlari mendekati Taeyeon

“Teukie-ah… huuaaaaaaa…!!! Kaki-ku…”jawab Taeyeon manja. Bahkan kali ini tangisnya semakin menjadi-jadi.

“Aaiisshh kenapa kau bisa seperti ini? Ayo..”kata Leeteuk sambil membelakangi Taeyeon

“Mwo?”tanya Taeyeon heran.

“Naiklah..aku akan menggendongmu.”

Taeyeon menurut. Akhirnya Leeteuk menggendongnya ke bangku taman.

“Hiaa… jangan menangis.”kata Leeteuk pada Taeyeon

“Hiks hiks..Teukie-ah “jawab Taeyeon yang masih tetap menangis.

“Sudahlah.. tidak perlu bilang apa-apa. “

Sesampainya di bangku taman

“Ah… betul. Ternyata disini hpku”kta Leeteuk sambil mendudukkan Taeyeon ke bangku

“Teukie-ah.. mianhe”kata Taeyeon pelan

“Sudahlah.. aku tahu pasti kau akan telat. Lihat bajumu ini.. baru beli tapi kau sudah merusaknya.”jawab Leeteuk

“Mwo..? Aniyo..! ini tidak baru. Mana mungkin aku belli baju baru hanya untuk..”kata-kata Taeyeon masih belum selesai tapi Leeteuk langsung memotong

“Yang tidak mungkin itu, kau akan memakai baju lama yang ada dilemarimu untuk bertemu ‘prince’ mu ini. Arasso?”kata Leeteuk sambil mendorong kepala Taeyeon.

Muka Taeyeon memerah. Dia merasa sangat malu. “Bagaimana bisa dia tahu aku beli baju baru..ah.. memalukan sekali”batinnya

“Ayo, kita ke rumah sakit.”ajak Leeteuk

“Ani.. tidak perlu. Kita ke klinik atau apotek saja.”

“Baiklah.. ayo..naik”ajak Leeteuk sambil menyodorkan punggungnya. Taeyeon naik ke punggung Leeteuk.

“Gumawoo… “kata Taeyeon sambil tersenyum

“Ne.. chagiya.”sahut Leeteuk

**

 

Taeyeon POV

“Gumawoo”kataku padanya

“Ne chagiya”jawabnya

Ah.. namo-namo haenbokke. Dia bilang ‘sayang’ padaku.

So sweet. J. Sekarangpun dia mengangkatku dengan punggungnya yang hangat ini. Gumawoo ..

**

 

Luka dikakinya sudah diperban. Dasar anak bodoh..sudah sebesar ini masih saja jatuh dari sepeda. Tapi aku senang, dan mengerti kenapa dia begitu. Dia tak rela melepaskan kencan pertamanya begitu saja sampai-sampai dia terjatuh demi aku.

Kami kembali ke taman tadi.

“Teukie-ah.. sangeil cukkae hamnida..!”teriak Taeyeon.

“Ya. Sangat terlambat”

“Mianhe.. dan ini untukmu..”Taeyeon menyodorkan kotak biru yang dibungkus rapi dengan ikatan pita coklat diatasnya.

“Apa ini?”tanyaku penasaran

“Buka saja..”suruh Taeyeon

**

 

Sejenak Leeteuk memandang Taeyeon lalu kembali memandang kado yang ditangannya.

Leeteuk pun membuka kotak biru itu.

“Duck?”Leeteuk kaget melihat isi kotak pemberian Taeyeon itu.

“Ne.. lucu sekali kan?”jawab Taeyeon semangat.

“Kenapa kau memberiku boneka bebek seperti ini?”tanya Leeteuk sambil membesarkan bola matanya.

“Wae? Lagian ini kan hadiah, tentu saja ada maknanya.”

“Aisshh.. apa kau baru saja ingin mengatakan bahwa makna dari bebek ini adalah aku mirip dengan bebek?”Leeteuk kesal.

“Aniyo…oh, kalo kau tidak suka, untukku saja. Mianhe..”kata Taeyeon dengan nada pelan dan mengambil boneka bebek itu dari tangan Leeteuk

Leeteuk sadar Taeyeon kecewa.

“Hia.. bagaimana bisa kau mengambil kembali kado yang seharusnya kau beri pada kekasihmu, he? Berikan padaku.!”rampas Leeteuk

“Ige bonde? Kau bilang kau tidak suka.”jawab Taeyeon bingung.

“Memang aku tidak suka,. Tapi bagaimanapun, ini.. sedikit lucu”kata Leeteuk malu.

Taeyeon tersenyum dan menahan tawanya. Leeteuk berlagak sok cool.

**

 

“Gumawo Tayeon-ah..”kata Leeteuk

“De.. baiklah aku masuk dulu”jawabku. Aku segera memegang tasku dan hendak turun. Tapi tiba-tiba Leeteuk menahan tanganku dan menarik tubuhku. Cup..

Dia mencium bibirku.

“Ciuman selamat tidur”katanya genit.

Aku gugup bukan main. Aku cepat-cepat membuka pintu mobil dan turun.

“Anyeong!”kataku gugup.

Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.

Aku berlari secepat mungkin dan kulihat ke belakang, ternyata Leeteuk masih belum pergi juga. Saking gugupnya aku, aku tak menyadari ada batu di depan kakiku. Alhasil aku terjatuh.

“Aigoo!”kataku kesakitan

Leeteuk segera membuka pintu mobilnya dan berjalan menujuku. Sebelum Leeteuk dekat aku langsung bangkit

“Ani… aku tidak apa-apa. Pulanglah”cegatku. Aku segera menghempas-hempaskan tanganku menyuruh dia pergi. Kulihat mukanya bukan muka kasihan tapi malah muka menahan tawa. Aishh… memalukan..!!!

**

To be continue..

Next??? comment dulu ya ^_^

One comment

  1. dhevita ferinda () · October 29, 2014

    next min

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s